Basahi Embun Pagi
Karya : Raden Hilhamdan Muksit
Dimalam
yang sepi sunyi
Terdengar
satu gentingan hujan,satu dari ribuan tetesan
Mengalir
sudah keujung genting yang curam
Bertanda terjadinya pergantian musim
Ribuan
air turun kebumi
Untuk
membentuk suatu anugrah yang allah berikan
Dari
atas hingga kebawah
Dengan
pelantara air hujan
Kini
malam beranjak pagi
Malam
yang sudah dilewati derasnya hujan
Dipagi
hari ini hanya sisa tetesan air hujan malam
Yang
kini disebut embun pagi
Cianjur,14
November 2016


0 komentar:
Posting Komentar