Cerpen_Firasat_Anak

by 22.46 0 komentar
Firasat Anak


Berawal dari diriku yang dilahirkan dengan keaadaan kesederhanaan yang tak tahu siapa Ayahku dan Ibuku, aku di besarkan oleh Ibu Ratna. Ibu Ratna ini membesarkanku dari mulai kecil sampai sekarang dewasa.
Nama saya Aqua Putri Nugraha saya tinggal di Desa Hegarmanah yang jauh dari perkotaan. Saya sekarang bersekolah di SMK Bhakti Khusuma. Saya ingin masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan itu ingin bisa membuat suatu aplikasi mobile.Dari niat saya itu saya mulai baca-baca buku teknologi dari sebuah perpustakaan daerah terdekat, disana terus saya belajar dan memahaminya.
Hari demi hari aku terus belajar hampir semua buku tentang teknologi di perpustakaan dibaca oleh saya dari pagi, siang, sampai perpustakaan itu tutup  belajar dan belajar terus. Hingga akhirnya tibalah anak pindahan ke kampung ku dekat rumahku anak itu orang yang bisa di bilang orang berada (kaya) karena terlihat dari penampilannya yang sangat mewah.
Ke esokan harinya tak kusangka anak itu pindah ke sekolahan ku di SMK Bhakti Khusuma.
Saya pun langsung berkenalan dengannya “halo,nama saya Aqua Putri Nugraha (sambil mengasongkan tangan) nama kamu siapa” Raka menjawab “Nama saya Raka Wijaya Purnama”, Putri menjawab lagi “waw bagus sekali namamu,senang sekali  berkenalan dengan kamu Rak”, Raka menjawab “kamu juga bagus, iya sama aku juga Put”. nama anak baru itu adalah “Raka Wijaya Purnama” kebetulan raka itu juga pecinta teknologi sama sepertiku.
Saat pulang sekolah tiba Raka mengajakku bermain kerumah barunya yang berdekatan dengan rumah ku itu, dan tawaran Raka pun saya terima.

Sesampai di rumah saya langsung ganti baju dan langsung main ke rumah Raka tersebut, sesampai di depan rumah Raka saya memanggil Raka “Raka  raka raka “ raka menjawab “ iya tunggu sebentar (rakapun keluar dari rumahnya dan membukakan pintu), Eh putri silahkan masuk put”, putri “iya raka makasih”. (Disana raka langsung membawa saya ke ruangan komputernya) saya pun terkagum kagum terhadap ruangan itu karena saya baru pertama kali melihat langsung ruangan sebagus ini dan banyak buku tentang teknologi dan ada komputer pula. Di sana saya bertanya pada Raka “Raka ini ruangan punya kamu” raka menjawab “iya put Ibu dan Ayahku yang buat khusus buatku” putri “oh gitu terus kedua orang tua kamu kemana Rak”, Raka “ke dua orang tuaku lagi kerja Put belum pulang”, Putri “Oh gitu ya”,Raka “bentar juga pulang ko Put”.  kemudian Raka pun mengajak untuk bermain komputer bersama dan sharing tentang teknologi.
Kedua orang tuanya Raka pun pulang dan langsung menghampiri anak tersayangnya (Raka), Ibu Raka “Raka ibu dan ayah pulang”, Raka “Iya bu, raka disini di ruangan komputer sama temen raka”. Sesampai di ruangan kedua orang orangtuanya raka, Raka langsung mengenalkan Putri ke ibu dan ayahnya Raka. Raka “Bu, Yah , ini Putri teman baru Raka di sekolah”, Ibu Raka “ oh iya, wah kamu rak belum aja sebulan udah dapet teman aja cewe lagi dan cantik pula”, Putri “ah, ibu bisa aja”, Raka “hehehe, iya dong bu Raka gitu loh anaknya ayah dan ibu yang ganteng ini heheh”, ibu Raka “yasudah ibu dan ayah mau istirahat dulu ya, kamu lanjutin aja belajarnya”. Kedua orang tua Raka pun pergi beristirahat dan Raka dan Putri melanjutkan sharingnya kembali.

Waktu tak berasa kini kita melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Semenjak Aku dan Raka melanjutkan ke Perguruan tinggi  , aku dan Raka tidak bertemu lagi karena saat mau melanjutkan Sekolah  Raka ikut bersama orang tuanya ke luar negeri dan melanjutkan sekolahnya disana.

Di Universitas  ini saya hanya sendirian tidak punya teman karena saya orangnya tertutup dan tidak mudah untuk bergaul seperti orang lain. Akan tetapi dalam hal belajar saya di sekolah aktif karena saya ingin mengejar cita-cita saya.
Saya hanya bisa curhat dan bercerita masalah-masalahku ke ibu saya.
Sepulang sekolah aku selalu membatu ibu  untuk berjualan gorengan karena sekarang ibu sudah tua sudah tidak kuat untuk berjalan jauh-jauh dari kecil saya selalu membantu ibu ratna untuk berjualan  gorengan karena dari sanalah saya bisa bersekolah dan hingga sekarang berkuliah.
Sering kali juga saya di hina, di cacimaki, dan ledek sama teman-temanku di kuliahan karena aku suka berjualan di Universitas, akan tetapi aku mengabaikan semua cacian itu. Sampai-sampai di lain hari ketika aku berjualan waktu istirahat di kuliahan teman-temanku memakan semua makananku tanpa membayar dan meninggalkan tanpa kasian sedikitpun. Aku pun menangis dan berfikir bagaimana aku bisa ganti semuanya pasti ibu marah padaku, kemudian bel pulang tiba dan aku langsung pulang kerumah dan memleuk ibu sambil menangis dan berkata maaf “Bu maafin Putri ya  bu dagangan kita habis di makan teman-teman tanpa membayar dan pergi begitu saja” (ibunya putripun kaget karena ibunya sedang memegang sebuah foto putri masih kecil sedang bersama orang tua kandungnya dan langsung menyembunyikannya dari putri),  ibu “iya put ga apa-apa biarkan mereka, mungkin mereka tidak punya uanga atau tidak di beri makan oleh ibunya sehingga mereka barani begitu dan mungkin juga itu bukan rezeki kita, rezeki kita juga ada rezeki buat orang lain put”, putri “iya maaf ya bu sekali lagi”, ibu “iya put”. Saat putri sedang memeluk ibu kemudian putri melihat kotak yang berisi album foto waktu kecilnya. Dan putri pun langsung menanyakan ke ibunya dan membawa kotak itu di depan ibunya dan berkata “Bu ini album foto Puri waktu masih kecil”, ibu “iya nak itu waktu kamu kecil (menjawab sambil gugup)”, (putri pun melihat isi album foto tersebut) Putri “Bu ini anak laki-laki di foto ini siapa apakah ini sodara putri, dan kedua orang tua ini siapa bu”,ibu (menjawab bohong karena takut ketahuan) “itu, teman kamu masih kecil dan kamu suka bermain di rumahnya dan itu orang tua anak laki-laki tersebut”, Purti “oh gitu ya bu, mungkin putri lupa”

Keesokan harinya putri berjualan kembali akan tetapi gorengannya tak sebanyak kemarin karena tidak ada modal lagi dan memakai modal seadanya.
Sesampai diuniversitas teman-teman putri yang kemarin datang dan ingin memakan gorengan putri, tapi putri sekarang melawan untuk tidak memberikan dagangannya tersebut hingga pertengkaran terjadi antara putri dan teman-temannya. Tak lama itu saat pertengkaran berlangsung datang siswa baru yang baru pindahan di luar negeri dan berkata “ stop, jangan ganggu dia”,temannya putri menjawab “ apa lo mau jadi pahlawan kesiangan”, Putri “Raka, raka ngapain kamu disini”, Raka “aku pindah lagi pun kedua ibuku pindah lagi ke indonesia put dan akan menetap disini dan akupun tinggal di rumah yang dulu”, temannya putri “banyak bacot lo malah curhat”. (pertengkaran antara raka dan teman-temannya putri pun dimulai dan Raka pun menghajar teman-teman putri samapai kapok dan mengajak untuk tidak lagi berbuat seperti ini lagi kepada putri maupun orang lain).

Sepulang sekolah Raka lari menghampiri putri di gerbang dan Raka mengajak Putri lagi untuk bermain dirumahnya Raka.
Setelah pulang kuliah aku langsung mengahampiri kerumah raka untuk bermain di rumahnya, sesampai dirumah raka seperti biasa seperti dulu di ajak keruangan komputernya. Tak lama kemudian saat saya dan raka ngobrol-ngobrol saya melihat album foto raka waktu kecil bersama keluarganya di rak buku raka. Di sana saya langsung menanyakan ke raka “raka boleh aku lihat album foto kamu waktu kecil ini”, Raka “tentu saja boleh put, lihat aja ga apa-apa kok”. Saat putri melihat album foto raka ada foto yang sama dengan foto yang di miki ibunya putri, putripun langsung menanyakan ke Raka “Raka ini permepuan yang di sebelah kamu siapa?”,Raka menjawab “itu sodaraku yang hilang saat ibuku melahirkan 2 orang bayi sekaligus”, Putri “oh begitu , kalau kedua orang tua ini siapa”,Raka “itukan kedua orang tuaku put waktu masa muda “, Putri pun tiba-tiba menangis dan langsung pulang sambil meminta ijin untuk membawa foto albumnya raka ke rumahnya, karena ingin tau siapa putri sebenarnya.Raka pun bingung kenapa putri itu langsung menangis dan langsung bercerita kepada orang tuanya dan berencana mampir kerumah putri.

Sesampai di rumah putri langsung menanyakan foto tersebut ke ibunya dan ibunya putri menjawab samibil menangis “ Sebenarnya put itu adalah sodara kamu yang terpisahkan dan kedua orang tua itu adalah orang tua kadung mu yang asli”, Putri menjawab sambil mengeluarkan air mata “Terus kenapa ibu tega menyembunyikan aku dari ibu dan ayah kandungku bu”,Ibu putri “ibu takut kehilangan kamu put, waktu dulu waktu ayah dan ibumu melahirkan kamu dan sodara kamu di ruangan bayi ibu mengambil secara diam-diam karena ibu pengen mempunyai seorang anak”. Tiba tiba datang lah keluarga raka kerumahnya Putri karena tadi putri menangis dan orang tunaya pun mendengar tangisan itu sebab itulah orang tuanya raka datang. Saat orang tuanya raka datang putri ke ibu raka berkata “IBU ini anak kandung mu satu lagi yang hilang” (sambil menangis) ibunya raka menjawab dan menangis pula” Mana mungkin diakan sudah tidak ada di dunia ini”, kemudian putri mengambil album fotonya dan album foto raka dan memberikan kepada ibu raka, ibu raka melihat dan sambil bersedih karena anaknya yang satu masih hidup. Ibunya putri berkata “Sini nak peluk ibumu ibu kangen sama kamu, sudah berapa tahun aku tidak bertemu kamu nak”, Putripun menghampiri ibu kandungnya dan langsung memeluknya dan putri berkata pada ibu kandungnya “Putri bahagia bisa tahu ibu kandung putri yang asli dan bisa bertemu sodara putri lagi.
Putri dan ibu kandung putri tidak lupa berterimakasih kepada ibu Ratna yang sudah menjaganya dan membesarkanya sampai sekarang, ibu Ratna pun sedih kehilangan putri akan tetapi putri tetap akan menganggap ibu Ratna sebagi ibu putri karena bagaimanapun dia telah membesarkan putri dan menyayangi putri. Tidak ada ibu yang menyangi anaknya walau pun itu anak orang lain akan tetap mempunyai rasa sayang ibu ke anaknya.




Coretan

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman