Firasat Anak
Berawal dari diriku
yang dilahirkan dengan keaadaan kesederhanaan yang tak tahu siapa Ayahku dan Ibuku,
aku di besarkan oleh Ibu Ratna. Ibu Ratna ini membesarkanku dari mulai kecil sampai
sekarang dewasa.
Nama saya Aqua Putri
Nugraha saya tinggal di Desa Hegarmanah yang jauh dari perkotaan. Saya sekarang
bersekolah di SMK Bhakti Khusuma. Saya ingin masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan
itu ingin bisa membuat suatu aplikasi mobile.Dari niat saya itu saya mulai
baca-baca buku teknologi dari sebuah perpustakaan daerah terdekat, disana terus
saya belajar dan memahaminya.
Hari demi hari aku
terus belajar hampir semua buku tentang teknologi di perpustakaan dibaca oleh
saya dari pagi, siang, sampai perpustakaan itu tutup belajar dan belajar terus. Hingga akhirnya
tibalah anak pindahan ke kampung ku dekat rumahku anak itu orang yang bisa di
bilang orang berada (kaya) karena terlihat dari penampilannya yang sangat mewah.
Ke esokan harinya tak kusangka anak itu pindah ke
sekolahan ku di SMK Bhakti Khusuma.
Saya pun langsung berkenalan dengannya “halo,nama
saya Aqua Putri Nugraha (sambil mengasongkan tangan) nama kamu siapa” Raka
menjawab “Nama saya Raka Wijaya Purnama”, Putri menjawab lagi “waw bagus sekali
namamu,senang sekali berkenalan dengan kamu
Rak”, Raka menjawab “kamu juga bagus, iya sama aku juga Put”. nama anak baru
itu adalah “Raka Wijaya Purnama” kebetulan raka itu juga pecinta teknologi sama
sepertiku.
Saat pulang sekolah tiba Raka mengajakku bermain
kerumah barunya yang berdekatan dengan rumah ku itu, dan tawaran Raka pun saya
terima.
Sesampai di rumah saya langsung ganti baju dan
langsung main ke rumah Raka tersebut, sesampai di depan rumah Raka saya
memanggil Raka “Raka raka raka “ raka
menjawab “ iya tunggu sebentar (rakapun keluar dari rumahnya dan membukakan
pintu), Eh putri silahkan masuk put”, putri “iya raka makasih”. (Disana raka
langsung membawa saya ke ruangan komputernya) saya pun terkagum kagum terhadap
ruangan itu karena saya baru pertama kali melihat langsung ruangan sebagus ini
dan banyak buku tentang teknologi dan ada komputer pula. Di sana saya bertanya
pada Raka “Raka ini ruangan punya kamu” raka menjawab “iya put Ibu dan Ayahku
yang buat khusus buatku” putri “oh gitu terus kedua orang tua kamu kemana Rak”,
Raka “ke dua orang tuaku lagi kerja Put belum pulang”, Putri “Oh gitu ya”,Raka
“bentar juga pulang ko Put”. kemudian Raka
pun mengajak untuk bermain komputer bersama dan sharing tentang teknologi.
Kedua orang tuanya Raka pun pulang dan langsung
menghampiri anak tersayangnya (Raka), Ibu Raka “Raka ibu dan ayah pulang”, Raka
“Iya bu, raka disini di ruangan komputer sama temen raka”. Sesampai di ruangan
kedua orang orangtuanya raka, Raka langsung mengenalkan Putri ke ibu dan
ayahnya Raka. Raka “Bu, Yah , ini Putri teman baru Raka di sekolah”, Ibu Raka “
oh iya, wah kamu rak belum aja sebulan udah dapet teman aja cewe lagi dan
cantik pula”, Putri “ah, ibu bisa aja”, Raka “hehehe, iya dong bu Raka gitu loh
anaknya ayah dan ibu yang ganteng ini heheh”, ibu Raka “yasudah ibu dan ayah
mau istirahat dulu ya, kamu lanjutin aja belajarnya”. Kedua orang tua Raka pun
pergi beristirahat dan Raka dan Putri melanjutkan sharingnya kembali.
Waktu tak berasa kini kita melanjutkan ke Perguruan
Tinggi.
Semenjak Aku dan Raka melanjutkan ke Perguruan
tinggi , aku dan Raka tidak bertemu lagi
karena saat mau melanjutkan Sekolah Raka
ikut bersama orang tuanya ke luar negeri dan melanjutkan sekolahnya disana.
Di Universitas ini saya hanya sendirian tidak punya teman
karena saya orangnya tertutup dan tidak mudah untuk bergaul seperti orang lain.
Akan tetapi dalam hal belajar saya di sekolah aktif karena saya ingin mengejar
cita-cita saya.
Saya hanya bisa curhat dan bercerita masalah-masalahku
ke ibu saya.
Sepulang sekolah aku selalu membatu ibu untuk berjualan gorengan karena sekarang ibu
sudah tua sudah tidak kuat untuk berjalan jauh-jauh dari kecil saya selalu
membantu ibu ratna untuk berjualan
gorengan karena dari sanalah saya bisa bersekolah dan hingga sekarang
berkuliah.
Sering kali juga saya di hina, di cacimaki, dan ledek
sama teman-temanku di kuliahan karena aku suka berjualan di Universitas, akan tetapi
aku mengabaikan semua cacian itu. Sampai-sampai di lain hari ketika aku berjualan
waktu istirahat di kuliahan teman-temanku memakan semua makananku tanpa membayar
dan meninggalkan tanpa kasian sedikitpun. Aku pun menangis dan berfikir bagaimana
aku bisa ganti semuanya pasti ibu marah padaku, kemudian bel pulang tiba dan
aku langsung pulang kerumah dan memleuk ibu sambil menangis dan berkata maaf
“Bu maafin Putri ya bu dagangan kita
habis di makan teman-teman tanpa membayar dan pergi begitu saja” (ibunya
putripun kaget karena ibunya sedang memegang sebuah foto putri masih kecil
sedang bersama orang tua kandungnya dan langsung menyembunyikannya dari putri),
ibu “iya put ga apa-apa biarkan mereka,
mungkin mereka tidak punya uanga atau tidak di beri makan oleh ibunya sehingga
mereka barani begitu dan mungkin juga itu bukan rezeki kita, rezeki kita juga
ada rezeki buat orang lain put”, putri “iya maaf ya bu sekali lagi”, ibu “iya
put”. Saat putri sedang memeluk ibu kemudian putri melihat kotak yang berisi
album foto waktu kecilnya. Dan putri pun langsung menanyakan ke ibunya dan
membawa kotak itu di depan ibunya dan berkata “Bu ini album foto Puri waktu
masih kecil”, ibu “iya nak itu waktu kamu kecil (menjawab sambil gugup)”,
(putri pun melihat isi album foto tersebut) Putri “Bu ini anak laki-laki di
foto ini siapa apakah ini sodara putri, dan kedua orang tua ini siapa bu”,ibu
(menjawab bohong karena takut ketahuan) “itu, teman kamu masih kecil dan kamu
suka bermain di rumahnya dan itu orang tua anak laki-laki tersebut”, Purti “oh
gitu ya bu, mungkin putri lupa”
Keesokan harinya putri berjualan kembali akan tetapi
gorengannya tak sebanyak kemarin karena tidak ada modal lagi dan memakai modal
seadanya.
Sesampai diuniversitas teman-teman putri yang
kemarin datang dan ingin memakan gorengan putri, tapi putri sekarang melawan
untuk tidak memberikan dagangannya tersebut hingga pertengkaran terjadi antara
putri dan teman-temannya. Tak lama itu saat pertengkaran berlangsung datang
siswa baru yang baru pindahan di luar negeri dan berkata “ stop, jangan ganggu
dia”,temannya putri menjawab “ apa lo mau jadi pahlawan kesiangan”, Putri
“Raka, raka ngapain kamu disini”, Raka “aku pindah lagi pun kedua ibuku pindah
lagi ke indonesia put dan akan menetap disini dan akupun tinggal di rumah yang
dulu”, temannya putri “banyak bacot lo malah curhat”. (pertengkaran antara raka
dan teman-temannya putri pun dimulai dan Raka pun menghajar teman-teman putri
samapai kapok dan mengajak untuk tidak lagi berbuat seperti ini lagi kepada
putri maupun orang lain).
Sepulang sekolah Raka lari menghampiri putri di
gerbang dan Raka mengajak Putri lagi untuk bermain dirumahnya Raka.
Setelah pulang kuliah aku langsung mengahampiri
kerumah raka untuk bermain di rumahnya, sesampai dirumah raka seperti biasa
seperti dulu di ajak keruangan komputernya. Tak lama kemudian saat saya dan
raka ngobrol-ngobrol saya melihat album foto raka waktu kecil bersama
keluarganya di rak buku raka. Di sana saya langsung menanyakan ke raka “raka
boleh aku lihat album foto kamu waktu kecil ini”, Raka “tentu saja boleh put,
lihat aja ga apa-apa kok”. Saat putri melihat album foto raka ada foto yang
sama dengan foto yang di miki ibunya putri, putripun langsung menanyakan ke
Raka “Raka ini permepuan yang di sebelah kamu siapa?”,Raka menjawab “itu
sodaraku yang hilang saat ibuku melahirkan 2 orang bayi sekaligus”, Putri “oh
begitu , kalau kedua orang tua ini siapa”,Raka “itukan kedua orang tuaku put
waktu masa muda “, Putri pun tiba-tiba menangis dan langsung pulang sambil
meminta ijin untuk membawa foto albumnya raka ke rumahnya, karena ingin tau
siapa putri sebenarnya.Raka pun bingung kenapa putri itu langsung menangis dan
langsung bercerita kepada orang tuanya dan berencana mampir kerumah putri.
Sesampai di rumah putri langsung menanyakan foto
tersebut ke ibunya dan ibunya putri menjawab samibil menangis “ Sebenarnya put
itu adalah sodara kamu yang terpisahkan dan kedua orang tua itu adalah orang
tua kadung mu yang asli”, Putri menjawab sambil mengeluarkan air mata “Terus
kenapa ibu tega menyembunyikan aku dari ibu dan ayah kandungku bu”,Ibu putri
“ibu takut kehilangan kamu put, waktu dulu waktu ayah dan ibumu melahirkan kamu
dan sodara kamu di ruangan bayi ibu mengambil secara diam-diam karena ibu
pengen mempunyai seorang anak”. Tiba tiba datang lah keluarga raka kerumahnya
Putri karena tadi putri menangis dan orang tunaya pun mendengar tangisan itu sebab
itulah orang tuanya raka datang. Saat orang tuanya raka datang putri ke ibu
raka berkata “IBU ini anak kandung mu satu lagi yang hilang” (sambil menangis)
ibunya raka menjawab dan menangis pula” Mana mungkin diakan sudah tidak ada di
dunia ini”, kemudian putri mengambil album fotonya dan album foto raka dan
memberikan kepada ibu raka, ibu raka melihat dan sambil bersedih karena anaknya
yang satu masih hidup. Ibunya putri berkata “Sini nak peluk ibumu ibu kangen
sama kamu, sudah berapa tahun aku tidak bertemu kamu nak”, Putripun menghampiri
ibu kandungnya dan langsung memeluknya dan putri berkata pada ibu kandungnya
“Putri bahagia bisa tahu ibu kandung putri yang asli dan bisa bertemu sodara
putri lagi.
Putri dan ibu kandung putri tidak lupa berterimakasih
kepada ibu Ratna yang sudah menjaganya dan membesarkanya sampai sekarang, ibu
Ratna pun sedih kehilangan putri akan tetapi putri tetap akan menganggap ibu
Ratna sebagi ibu putri karena bagaimanapun dia telah membesarkan putri dan
menyayangi putri. Tidak ada ibu yang menyangi anaknya walau pun itu anak orang
lain akan tetap mempunyai rasa sayang ibu ke anaknya.

0 komentar:
Posting Komentar