Curahanku Yang Kunjung Luput
Ntalah aku harus gimana
lagi, harus apa lagi untuk hari ini dan selanjutnya. Apa mungkin dengan tulisan
tulisan ini bisa membuatku bahagia sendiri tanpa orang lain tanpa seorang teman
dan sahabat. Apalah aku arti dari semua ini aku hanya insan biasa yang tak punya
apa-apa , yang tak di bekali apa-apapun . ini lah aku sang bujanggga yang
selalu gagal dalam hal bercinta. Aku memang tak pantas untuk mencintai dan
dicintai orang aku hanya lah sampah yang tertiup angin dan singgah di pepohonan
yang amat kering kemudian di terbangkan lagi oleh badai yang menerjang ombak,
yang tak peduli akan di ombak ambik kemana-kemana. Aku yang dulu mengaku sang
pangeran cinta sekarang hanyalah seorang bayangan yang tidak luput dari
kesepian dan kesendirian aku hanya ingin memeluk bulan dan bintang aku hanya
punya kalian berdua untuk menemani tiap malam kelam ku ini tak ada lagi rasa
sayang pada siapapun mau ornag yang
dekat apa lagi jauh . aku tak akan lagi mempunyai perasaaan kepada seseorang .
aku ingin melupakan semua kejadian ini dan kejadian masalalau dan datang lah
masadepan yang cerah untukku aku tidak perlu pendamping karena aku yakin allah
akna mempersiapkan bidadarinya kepadaku dan
akan menurunkanya kepadaku agar aku tak kesepian.
Rasanya ku ingin
kembali kemasalalu yang selalu bersama setiap saat bersama kawan lama ku dari
semenjak kecil akan tetapi dia mulai meninggalkan sedikit demi sedikit karena
keluarganya. Aku yang waktu dulu yang tidak pernah mengerti apa-apa sekarang
aku mengerti apa yang kamu maksud. Aku ingin menunggu mu tapi kamu kemana aku
tak tau dimana kau berada apakah kamu masih mengenalku atau tidak sama sekali.
Dan aku ingin pergi
kemasa aku pertamakali bersekolah disana begitu indah tidak ada keraguan walau
sering ada pertikaian akan tetapi begitu bahagia bersama kalian kini kalian
sudah berubah sudah tak ada, tidak ada yang mau bicara padaku dan sampai-sampai
tidak mengenal. Mungkin saat bertemu sekarang kita sama-sama egois ingin sama
ingin myenpa dahulu. Akan tetapi itu semua ku terima karena bagaimanapun kamu
adalah temanku yang paling indah hingga sekrang. Tidak luput juga dari duka mu
yang pernah hadir dalam temanku . maafkan teman mu ini yang suka mencacimaki
atau meledekmu sampai sampia kamu emosi . iya mungkin itu masakecil yang tak
tau dosa tapi sekarang aku sadar bahwa selama ini aku salah menilai seseorang.
Dan kini aku menemukan sahabt di sekolah selanjutnya , akan tetapi sama saja
sepert itu aku sendirian aku selau di cacimaki begitu pula sekarang aku ingin
membalas cacian itu tapi aku mencoba menahan emosi ini . apakah aku salah atau
benar menahan rasa ingin menegor temnaku yang selalu mencaci ini. Aku ingin
orang lain merasakan apa yang aku rasakan ini saat ini. Aku selalu merasakan
apayang orang lain rasakan tapi orng lain tak pernah menghargai orang yang
pernah merasakannya. Apakah akuhanyalah di anggap sampah ? atu mungkin debu
yang singgah? Aku sudah tidak tahan untuk saat ini aku harus bagai mana lagi,
teman bercerita pun aku tak punya satu pun sekali punya pun itu cepat atau
lambat akan di bocorkan oleh teman tersebut keteman yang lain karean pasti
dalam pertemanan akan ada konflik dan akan memebuka aib temannya yang sering bercerita kepadanya.
Hayan lah duka yang kurasakan ini aku mohon datang lah temanku yag kama aku
kangen saat kita bersama aku tak butuh teman yang baru teman baru hanyalah
teman bangsat yang tak mengeti apa yang ingin kulakukan dan ingin kurasakan.
Bila pada masany aku bisa membuat lorong waktu atatu mesin waktu aku akan
menghentikan waktu ini dan tidak akan kemabali kemasa depan aku ingin dimasa
lalu yang bahagia ini.

0 komentar:
Posting Komentar